Penampahan, Kuningan dan Manis Kuningan
Kunjungi
Home » » Penampahan, Kuningan dan Manis Kuningan

Penampahan, Kuningan dan Manis Kuningan

Setelah melewati rangkaian Galungan, 10 hari kemudian adalah hari raya KUNINGAN, Adapun rangkaiannya seperti, 

Hari Pemaridan Guru, Ulihan dan Pemacekan Agung, selanjutnya :

Penampahan Kuningan : Secara filosofis perayaan penampahan Kuningan sebenarnya diartikan agar sifat hewani yang ada di dalam diri manusia sirna/dikendalikan, sehingga dalam perayaan Kuningan keesokan harinya kita bisa terbebas dari sifat hewani tersebut.

Kemulan

PESU-PESUAN BANTEN SAAT KUNINGAN UNTUK DIRUMAH DARI TIGA BERSAUDARA 

Banten dibagi menjadi tiga dan TETAP kecuali "Banten Pejati Bergantian"

D'Mastika : 

Penyakcak 18 tanding (dirumah 10 tanding sudah termasuk ibu dadong, dadie 8 tanding), Banten sokasi 2 (puseh dalem), canang kecag 5 tanding, segehan mance warna 3 biji, gantung"an 10 biji.

Tamiang 10 Biji, Pajeng 10 Biji, 
Brengkong lebeng (simbol cewek) 10 Biji (isi brengkong : "canang kecag pakai tumpeng kecil + sampian peras kecil"

Kembar (Bomer) : 

Penyakcak 18 tanding (dirumah 10 tanding sudah termasuk ibu dadong, dadie 8 tanding), Banten sokasi 2 (puseh dalem), canang kecag 5 tanding, segehan mance warna 3 biji, gantung"an 10 
biji.

Tamiang 10 Biji, Pajeng 10 Biji, 
Brengkong lebeng (simbol cewek) 10 Biji (isi brengkong : "canang kecag pakai tumpeng kecil + sampian peras kecil"

AdiMantra (Lekonk) : Banten Pejati

Penyakcak 18 tanding (dirumah 10 tanding sudah termasuk ibu dadong, dadie 8 tanding), Banten sokasi 2 (puseh dalem), canang kecag 5 tanding, segehan mance warna 3 biji, gantung"an 10 
biji.

Tamiang 10 Biji, Pajeng 10 Biji, 
Brengkong lebeng (simbol cewek) 10 Biji (isi brengkong : "canang kecag pakai tumpeng kecil + sampian peras kecil"

CATATAN :
  • Setiap SUGIHAN, GALUNGAN KUNINGAN Pejati dibuat bergilir/bergantian oleh 3 bersaudara. 
  • Brengkong lebeng total 30 biji dibagi 3 bersaudara (pukul rata pade 10 biji).
  • Setiap Kuningan pesu-pesuan untuk pura dadie : Brengkong matah lebeng + Tamiang + Gantungan (pade 1 pasang)
  • Pemasangan Brengkong : Brengkong dikiri dan Gantung"an dikanan (gantungan hanya 1 biji saja) tanpa memakai ceniga.
  • Setiap banten berisi sulangi (untuk nasi kuning) dan Sampiyan petangas + Canang.
  • Setiap KUNINGAN sembahyang  sebelum pukul 12 siang sudah selesai kecuali di banjar juuk manis (karena ngerainin/nyungsung Ida Bhatara Bebotoh)
Kuningan : Memiliki makna “kauningan” yang artinya mencapai peningkatan spiritual dengan cara introspeksi agar terhindar dari mara bahaya.

"Dikutip dari Bhagawan Dwija" makna dari Kuningan yaitu mengadakan janji/pemberitahuan/nguningang baik kepada diri sendiri, maupun kepada Ida Sanghyang Parama Kawi, bahwa dalam kehidupan kita akan selalu berusaha memenangkan dharma dan mengalahkan adharma (antara lain bhuta dungulan, bhuta galungan dan bhuta amangkurat).

Endongan/Brengkong maknanya adalah perbekalan. Bekal yang paling utama dalam mengarungi kehidupan adalah ilmu pengetahuan dan bhakti (jnana). Sementara senjata yang paling ampuh adalah ketenangan pikiran. Sarana lainnya, yakni Ter dan sampian gantung. Ter adalah simbol panah (senjata) karena bentuknya memang menyerupai panah. Sementara sampian gantung sebagai simbol penolak bala.

Bhagawan Dwija menjelaskan pada Hari Raya Kuningan, Ida Sanghyang Widhi Wasa memberkahi dunia dan umat manusia sejak jam 00 sampai jam 12. Jadi di saat itu sangat tepat kita datang menyerahkan diri kepada-Nya mohon perlindungan. 

Kenapa batas waktu sampai jam 12 siang, dikarenakan energi alam semesta (panca mahabhuta : pertiwi, apah, bayu, teja, akasa) bangkit dari pagi hingga mencapai klimaksnya di bajeg surya (tengah hari). 

Setelah lewat bajeg surya disebut masa pralina (pengembalian ke asalnya) atau juga dapat dikatakan pada masa itu energi alam semesta akan menurun dan pada saat sanghyang surya mesineb (malam hari) adalah saatnya beristirahat (tamasika kala).

Pada Hari Raya Kuningan juga dibuat nasi kuning sebagai lambang kemakmuran dan dihaturkan sesajen-sesajen sebagai tanda terimakasih dan suksmaning idep kita sebagai manusia menerima anugerah dari Sang Hyang Widhi.

Dapat diambil kesimpulan melalui perayaan Hari Raya Kuningan inilah kita diingatkan untuk selalu ingat menyamabraya, meningkatkan persatuan dan solidaritas sosial, dan umat diharapkan selalu ingat kepada lingkungan sehingga tercipta harmonisasi alam semesta beserta isinya serta tidak lupa akan ingat mengucap syukur kepada Tuhan, Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas segala karunia-Nya.
MANIS Kuningan : Rangkaian persembahyangan pada Manis Kuningan ;
  • Persembahyangan ke Pura Kawitan Arya Kepakisan Ring Klungkung (Biasanya dari pagi berangkat).
  • Persembahyangan ke Pura Desa Juuk Manis (Biasanya pukul 3-4 Sore sehabis datang dari Pura Kawitan)
  • Meprani pukul 1-2 Siang (makan bersama) di Pura Desa Juuk Manis (Biasanya dengan keluarga dadong) 
  •  Sore Pukul 5 Sangkepan Dadie sekaligus ngelugas

0 komentar:

Post a Comment